Rabu, 19 April 2017

Kasih Sayang Hakiki dan Kasih Sayang Imitasi


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa salam, (beliau) bersabda: "Barang siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.” (Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Suatu hari Rasulullah SAW sedang menciumi cucunya Hasan ibn Ali. Ketika itu, di samping beliau duduk salah seorang sahabat bernama Al-Aqra ibn Habis At-Tamimy. Melihat tindakan beliau tersebut. Al-Aqra kemudian berkomentar, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak. tapi tak satu pun yang pernah aku cium.” Beliau terkejut mendengar pengakuan polos itu dan langsung melemparkan pandangannya ke arah Al-Aqra sambil bersabda. “Barangsiapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi.

Kasih sayang adalah sebuah kondisi jiwa berupa emosi untuk mengasihi dan mencurahkan perasaan yang baik kepada seorang atau sesuatu. Bentuknya bisa berupa perhatian dan kepedulian mendalam pada obyek yang disayangi. keinginan berkorban, keinginan untuk memberi hal-hal yang menyenangkan, hasrat untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuknya serta kesungguhan untuk menjaganya dari segala hal yang mudharat. Pcndek kata. kasih sayang adalah menginginkan kebaikan dan kesenangan pada obyek yang disayangi. Karena itu sayang merupakan salah satu dimensi cinta.

Milik Islam

Kasih sayang adalah salah satu dimensi terpenting dalam ajaran Islam. Contohnya, dari sekian banyak sifat Allah. yang paling sering dikenalkan kepada makhluk-Nya adalah sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sebagaimana terkandung dalam ucapan Bismillahir-Rahmanir-Rahim (Dengan narna Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Begitu juga misi kedatangan Islam dan diangkatnya Muhammad sebagai utuan Allah. tidak lain untuk menyebarkan rahmat (kasih sayang) kepada semesta alam. sebagaimana tercantum dalarn Al-Quran: “Dan tidaklah, Kami mengutus engkuu (Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat (kasih sayang) uniuk semesta alam".

Mengasihi dan menyayangi merupakan perilaku mulia yang dilatarbelakangi oleh hati yang lembut. Sedangkan membenci dan sikap tidak peduli adalah perilaku hina yang dilatarbelakangi oleh hati yang keras. Dengan kasih sayang. manusia akan merasakan kedamaian dan ketentraman hidup. Tapi bila manusia hidup dengan kondisi jiwa yang berisi kebencian. maka ia tidak akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Kasih Sayang Tipuan

Meskipun merupakan keharusan dan kebutuhan, kasih sayang tidak bisa diterapkan begitu saja. Sebab. salah-salah ia justru malah menjerumuskan manusia dalam kehancuran. Sudah banyak pembuktiannya. Yang paling sering tejadi adalah kasih sayang antar dua orang lawan jenis tanpa ikatan yang sah. Kasih yang yang demikian itu sesungguhnya kasih sayang tipuan yang menyesatkan. Sebab dampaknya tidak membuat orang bahagia dan sejahtera, tetapi sebaliknya, malah lebih banyak berujung pada kesengsaraan individual dan kerusakan masyarakat. Contoh yang paling memprihatinkan adalah merajalelanya fenomena perzinaan. baik berupa seks bebas (free sex), perselingkuhan, hamil di luar nikah, aborsi dan lain-lain. Tapi bukan syaitan jika tak pandai menipu dan mengecoh. Sejak tahun l980-an. mereka memperkenalkan ke negeri ini budaya memperingati hari kasih sayang, bernama Valentine’s Day, setiap 14 Februari. Remaja-remaja kita, laki-laki dengan perempuan. diajarkan dan didorong-dorong berkasih-sayang. bercinta-cintaan. di luar ikatan pernikahan. Dalihnya kasih-sayang, tapi sebenarnya penjerumusan remaja kita ke duna maksiat. Jadi sebenarnya Valentine’s Day bukanlah hari kasih sayang. tapi hari perzinaan (dari tingkat yang terendah hingga yang tertinggi).

Kasih Sayang Hakiki  
 
Karena itu kita harus berhati-hati mencrapkan ajaran kasih sayang, mana yang ajaran Islam dan mana yang ajaran syaitan, mana yang hakiki dan mana yang tipuan. Kasih sayang yang hakiki haruslah berpedoman pada tuntunan yang haq. yakni dari Allah dan Rasul-Nya.
Di antara tuntunan ini adalah:

1. Niat. harus ikhlas karena Allah dan untuk meraih keridhaan-Nya semata. Kasih sayang bukan karena dan untuk kepentingan tertentu. Misalnya ketika ingin menyayangi seseorang tidak boleh karena kecantikan dan ketampanan, harta dan kelebihan-kelebihan duniawi lainnya serta tidak boleh untuk tujuan riya.

2. Cara, harus mengikuti tuntunan syariat. Tidak boleh, karena alasan kasih sayang seseorang sampai melanggar hukum Islam. Pemuda dan pemudi dilarang berduaan (khalwat / pacaran), saling bersentuhan (ringan maupun berat) yang berujung pada maksiat dan zina.

3. Dampak, harus positif. Kasih sayang yang diterapkan justru harus bisa membuat para pelakunya semakin mencintai Allah, bukan malah menjauhkan hidupnya dari ketaatan kepada
Allah....

(Deka Kurniawan/SHW)

0 komentar: